Laman

Kamis, 29 Januari 2015

akibat membaca di tempat gelap



Kita pasti sudah sering mendengar kalau tidak boleh membaca buku, komik, novel atau apapun alat baca lainnya  di tempat yang gelap ataupun tempat yang kurang terang dengan alasan akan merusak kinerja mata. Namun sebenarnya hal itu tidak benar. Membaca buku di tempat gelap atau tempat dengan cahaya remang tidak akan merusak mata, tetapi mata akan mengalami ketegangan. Karena ketika seseorang membaca atau berjalan di cahaya redup, maka mata akan menyesuaikan dengan beberapa cara.
Pertama, retina mata akan mulai memproduksi zat kimia yang lebih sensitif terhadap cahaya, bahkan zat kimia ini dapat mendeteksi cahaya yang dikonversikan ke sinyal listrik serta mengirimkan sinyal ke otak.
Kedua, iris otot menjadi rileks sehingga menyebabkan pembukaan mata. Hal ini memungkinkan mata untuk mengumpulkan cahaya sebanyak mungkin, sehingga sel-sel saraf retina bisa beradaptasi dengan cahaya rendah agar retina mata bisa bekerja pada cahaya rendah. Saat membaca di tempat dengan cahaya redup, fokus akan menjadi lebih sulit, hal ini yang membuat mata harus bekerja keras untuk bisa memisahkan kata dan mata menjadi lebih tegang.
Kondisi ini dapat mengakibatkan beberapa efek fisik seperti mata sakit, gatal, sakit kepala, nyeri punggung dan leher serta penglihatan berkurang. Karena itu sebaiknya membaca dengan menggunakan cahaya yang baik, yaitu cahaya yang tidak terlau redup tapi juga tidak terlalu terang sehingga mata tidak mengalami ketegangan. Selain itu usahakan untuk sering berkedip jika terlalu fokus pada suatu objek dan lihatlah ke luar jendela setiap 15-30 menit.
Hal itu akan membantu kita agar mata dapat beristirahat dan tidak fokus pada 1 benda saja yang akan merelaksasikan otot-otot mata
Ok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar